Arsitek Penuh Kontroversi Maret 20, 2008
Posted by lukasjp in public.trackback
SOSOK Raymond Domenech memulai karirnya sebagai pemain dan berlaga di Liga Prancis. Sebagai pemain, Domenech cukup banyak meraih sukses, seperti Juara Copa Prancis 1973 (Lyon), Juara Liga Prancis 1979 (RC Strasbourg), Juara Copa Prancis 1984 (Bordeaux).Setelah pensiun sebagai pemain, Domenech memulai karier kepelatihannya dengan membesut Olympique Lyon (1989-1993) dan melatih di Timnas Junior Prancis (1993-2004), sebelum dipercaya membesut timnas senior sejak 2004.Federasi Sepakbola Perancis menunjuk Domenech di timnas senior menggantikan Jaques Santini yang hanya mampu membawa Tierry Henry dkk sampai di perempat final, sebelum ditakklukkan Yunani.Hal pertama yang dilakukan Domenech saat menghadapi Piala Dunia 2006 adalah memanggil sejumlah pemain brpengalaman seperti Claude Makelele, Lilian Thuram, serta Zinedine Zidane.Kepelatihan Domenech di timnas sempat menuai banyak kontroversi. Hal ini karena perombakan squad yang dilakukannya. Ia mencoret beberapa pemain berpengalaman seperti Ludovic Giuly dan Gregory Coupet. Kemudian memasukkan pemain debutan seperti Vikash Dhorasoo dan pascal Chimbonda.Keputusannya yang paling kontroversial adalah saat ia menggunakan ilmu astrologi sebagai acuannya menentukan pemain mana yang ia panggil dan coret.Namun bersama kontroversi itu, ia berhasil membawa Perancis melaju hingga ke partai final Piala Dunia 2006 melawan Italia dan kalah melalui keputusan yang juga kontroversial dari wasit.
Dalam perjalanannya menuju final, Perancis berhasil menyisihkan tim-tim kuat seperti Spanyol di perempat final, serta Portugal di babak semifinal. Di babak final, Le Blues bertemu dengan Azzurri.
Sebenarnya Perancis bisa saja memenangkan partai final itu, jika sang kapten Zidane tidak mendapatkan kartu merah. Zizou diusir wasit akibat menanduk Marco Materazzi yang terus memprovokasinya sepanjang pertandingan.
Kejadian ini, membuat konsentrasi permainan tim Ayam Jantan sedikit terganggu, hingga akhirnya mereka tersisish lewat drama adu penalti.
Di Euro 2008 ini, Perancis kembali bertemu dengan seteru abadinya Italia, Rumania, serta der Oranye Belanda di Grup C atau banyak orang menyebutnya grup neraka.



Komentar»
No comments yet — be the first.